
MAMUJU – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai lokomotif inovasi dan keadilan sosial dalam menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikannya dalam Keynote Speech di hadapan civitas akademika Universitas Tomakaka, Mamuju, Kamis (29/1/2026).
Dalam kesempatanya, Saefur Rochim menyoroti potensi besar intelektual di Sulawesi Barat. Berdasarkan data statistik tahun 2025, tercatat 988 permohonan Kekayaan Intelektual (KI) dari Sulawesi Barat, dengan dominasi Hak Cipta sebanyak 891 layanan, disusul Merek (95), dan Paten (2). Namun, ia memberikan catatan kritis terkait rendahnya angka paten nasional yang masih didominasi pihak asing sebesar 67,95%.
"Hilirisasi riset di kampus menjadi harga mati. Universitas harus bertransformasi menjadi pusat penciptaan inovasi yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat dan industri, bukan sekadar laporan di jurnal ilmiah," tegas Saefur Rochim.
Untuk mendukung ekosistem inovasi, Kemenkum melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual telah menyediakan 170 jenis layanan digital berbayar dan 174 layanan tidak berbayar melalui platform seperti IPROLINE dan E-HAK CIPTA (POP). Saefur mencontohkan keberhasilan sinergi dengan STAIN Majene yang mencatatkan 442 Hak Cipta serentak pada Oktober 2025 sebagai bukti kemudahan layanan saat ini.
Selain aspek ekonomi, Kakanwil juga menekankan pilar akses keadilan (access to justice). Berdasarkan UU No. 16 Tahun 2011 dan Permenkum No. 34 Tahun 2025, negara menjamin bantuan hukum cuma-cuma bagi masyarakat miskin.
Saefur mengajak mahasiswa Universitas Tomakaka untuk terlibat aktif sebagai Paralegal Kampus. "Keadilan tidak boleh hanya dinikmati mereka yang mampu membayar. Mahasiswa harus menjadi jembatan bagi petani di pelosok hingga nelayan di pesisir melalui LBH kampus dan peran paralegal non-litigasi," tambahnya.
Saefur Rochim menegaskan bahwa Kanwil Kemenkum Sulbar membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi riset, magang, hingga penguatan bantuan hukum. Ia berpesan agar setiap karya mahasiswa segera didaftarkan hak ciptanya demi pelindungan hukum yang sah dan cepat.
"Mari bergerak bersama. Pastikan pemikiran dari kampus ini menjadi motor kemandirian bangsa sekaligus cahaya keadilan bagi rakyat," pungkasnya sebelum secara resmi membuka kegiatan tersebut.
